Semangat Pagi
Membangun optimism di tahun 2018 dengan membudayakan program continuous improvement adalah salah satu cara perusahaan meraih optimis tersebut. Membangun Budaya CI bukanlah hal yang mudah, membutuhkan tim yang kuat, membutuhkan fundamental yang kokoh dan semangat berubah dari semua elemen dalam organisasi. Dalam kesempatan kali ini izinkan saya berbagi salah satu cara membuat CI menjadi Budaya dengan Kompetisi Internal.
Mengapa Kompetisi?
Dengan membuat kompetisi, setiap orang akan dilibatkan dalam project. Didalam kompetisi yang baik, selalu di awali dengan pembekalan terlebih dulu dengan pengetahuan yang sama. Setelah pembekalan, pilihlah project sesuai dengan informasi yang kita dapatkan dari issue organisasi, sehingga project yang akan di kompetisikan dapat sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Buatlah klasifikasi!
Berbicara perbaikan, tentunya berbagai setiap jenis perbaikan selalu membawa manfaat. Mengapa membuat Klasifikasi? Strategi klasifikasi digunakan untuk mendapatkan perbaikan mulai dari dasar sampai dengan perbaikan secara strategi. Seperti apa klasifikasi yang dapat dijadikan kompetisi? Kita bisa memulai dengan 5S area kerja, perbaikan sederhana dapat dilakukan Kaizen, perbaikan dengan menggunakan QCC, jika anda memiliki data yang baik, fundamental yang memadai, organisasi juga dapat menggunakan Lean Six Sigma. Dengan klasifikasi ini, setiap karyawan mempunyai peran serta dalam menciptakan perubahan.

Pentingnya Pendamping
Peran serta pendamping dalam sebuah project CI sangatlah penting, pendamping berperan serta juga sebagai coach yang akan melihat potensi dan mengoptimalkan potensi dari peserta, tim ataupun sebuah organisasi dalam menjalankan setiap programnya, hasil dari beberapa project perbaikan yang kami lakukan mempunyai progress yang lebih cepat bertumbuh dan jangan lupa, pendamping haruslah terus berkembang. Sebagai konsultan CI, setiap kami menyelesaikan project. Kami membuat pendamping internal, agar dapat menggantikan peran kami. Dan program perbaikan terus bertumbuh.
Juri Eksternal
Beberapa bulan lalu, kami diundang dalam salah satu perusahaan untuk menjadi Juri eksternal. Mengapa harus eksternal? dan inilah yang disampaikan oleh klien kami, mereka menginginkan objectifitas penjurian, mereka ingin melihat seberapa besar kualitas program mereka dengan program CI di perusahaan lain, dan tentunya mereka berkonsultasi untuk persiapan program lomba yang jauh lebih besar. Saat ini di Indonesia mempunyai beberapa event nasional CI, dan disinilah sebuah perusahaan akan mengikutsertakan juara internal untuk berlaga di acara Konverensi Nasional Continuous Improvement.

Tim Juri Eksternal Aditya Nugraha, MT, CEC dan Dr.Deendarlianto ( Direktur Pusat Studi Energi Universitas Gajah Mada )
Sahabat, dengan kompetisi internal kita dapat selalu menjaga semangat menjalani program CI. Selalu ada hal yang menyenangkan dalam melalui dan mengenalkan program ini kepada perusahaan, institusi ataupun para professional. Jika ada yang ingin didiskusikan seputar program Continuous Improvement, silahkan menghubungi kami di admin@suksesberkah.id atau agasheva_adit@yahoo.com. Hotline: 0856 999 1346
Salam SuksesBerkah
Aditya Nugraha Founder Continuous Improvement Academy Executive Coach
Thanks for your post. Another point is that to be a photographer requires not only difficulty in taking award-winning photographs but in addition hardships in getting the best digital camera suited to your needs and most especially issues in maintaining the grade of your camera. It is very true and apparent for those photography enthusiasts that are into capturing the nature’s fascinating scenes — the mountains, the particular forests, the wild and the seas. Going to these adventurous places absolutely requires a digital camera that can surpass the wild’s tough settings.
ok